



Apabila sitemap sudah dibuat. Kini saatnya mensubmit atau mendaftarkan sitemap tersebut di Google Webmaster Tools. Sebelum Anda mensubmit sitemap ke webmaster tools, perlu Anda ketahui, ada dua buah file sitemap yang di buat oleh plugins Google XML sitemap yang saya bahas pada artikel cara membuat sitemap kemarin. Sitemap tersebut adalah sitemap.xml dan sitemap.xml.gz. Biasanya file sitemap.xml.gz, secara otomatis akan ditambahkan oleh Webmaster tools setelah blog terdaftar disana. Jadi, sitemap yang akan kita daftarkan adalah cuma file sitemap.xml. Berikut langkah-langkah mensubmit sitemap ke Google Webmaster Tools:


Sumber : http://www.gusadit.com/submit-sitemap-ke-google-webmaster-tools.html




1. Penggunaan Variable
Penggunaan Variable
* Mengoperasikan variable yang sudah di set lebih cepat 376% dibandingkan menggunakan variable yang belum di set.
* Menggunakan constant lebih lambat 146% di banding menggunakan variable.
* Menggunakan lokal variable 9.9% lebih cepat di banding menggunakan global variable.
Fungsi String
* Menggunakan ‘string’ lebih cepat 0.26% di banding menggunakan “string”
* Menggunakan “string” lebih cepat 4% di banding menggunakan sintak HEREDOC
* Menggunakan “string\n” lebih cepat 108% di banding menggunakan ‘string’.”\n”
* Menggunakan ‘string’.$var lebih cepat 28% di banding menggunakan “string$var”
* Menggunakan ‘string ‘.$var.’ string’ lebih cepat 55% di banding menggunakan sprintf(‘string %s string’, $var)
* Menggunakan “\n” lebih cepat 70% di banding menggunakan chr(10)
* Menggunakan strnatcmp() lebih cepat 4.95% di banding menggunakan strcmp()
* Menggunakan strcasecmp() lebih cepat 45% di banding menggunakan preg_match()
* Menggunakan strcasecmp() lebih cepat 6.6% di banding menggunakan strtoupper($string) == “STRING”
* Menggunakan strcasecmp() lebih cepat 13% di banding menggunakan strnatcasecmp()
* Menggunakan strtr($string, $string1, $string2) lebih cepat 10% di banding menggunakan str_replace()
* Menggunakan str_replace() lebih cepat 161% di banding menggunakan strtr($string, $array)
* Menggunakan stristr() lebih cepat 10% di banding menggunakan stripos()
* Menggunakan strpos() lebih cepat 9.7% di banding menggunakan strstr()
* Menggunakan isset($str{5}) lebih cepat 176% di banding menggunakan strlen($str) > 5
* Menggunakan str_replace($str, $str, $str) 2x lebih cepat 17% di banding menggunakan str_replace(array, array, string)
* Menggunakan list() = explode() lebih cepat 13% di banding menggunakan substr($str, strpos($str))
Fungsi Numeric
* Menggunakan ++$int lebih cepat 10% di banding menggunakan $int++
* Menggunakan (float) lebih cepat 48% di banding menggunakan settype($var, ‘float’)
Fungsi Array
* Menggunakan list() = $array; lebih cepat 3.4% di banding menggunakan assigning each variable
* Menggunakan in_array() lebih cepat 6% di banding menggunakan array_search
* Menggunakan isset($array[$key]) lebih cepat 230% di banding menggunakan array_key_exists()
* Menggunakan !empty($array) lebih cepat 66% di banding menggunakan count($array)
Fungsi Output
* Menggunakan echo lebih cepat 5% di banding menggunakan print()
* Menggunakan echo ‘ ‘.’ ‘ lebih cepat 0.44% di banding menggunakan echo ‘ ‘,’ ‘
2. Function dan Method
Function dan Calling Method
* Menggunakan call_user_func() lebih lambat 54% di banding langsung memanggil function tersebut
* Menggunakan call_user_func() lebih lambat 59% di banding langsung memanggil sebuah static method
* Menggunakan call_user_func() lebih lambat 65% di banding langsung memanggil sebuah object method
* Menggunakan function() lebih cepat 119% di banding menggunakan static::method()
* Menggunakan $this->method() lebih cepat 116% di banding menggunakan static::method()
* Menggunakan declared static::method() lebih cepat 93% di banding menggunakan static::method()
Fungsi Umum
* Menggunakan Pass by reference lebih cepat 3% di banding menggunakan Return by reference
* Menggunakan No reference lebih cepat 1.7% di banding menggunakan Return by reference
3. Storage (Penyimpanan)
File System
* Menggunakan Scandir() lebih cepat 4% di banding menggunakan opendir(), readdir(), closedir()
* Menggunakan file_get_contents() lebih cepat 52% di banding menggunakan fopen(), fread(), fclose()
* Menggunakan file_get_contents() lebih cepat 39% di banding menggunakan implode(“\n”, file())
Fungsi Cache
* Menggunakan xcache_set() lebih cepat 1,645% di banding menggunakan file_put_contents()
* Menggunakan xcache_set() lebih cepat 646% di banding menggunakan memcache->set()
* Menggunakan xcache_get() lebih cepat 1,312% di banding menggunakan memcache->get()
4. Fungsi-Fungsi Lainnya
Fungsi Umum (General)
* Menggunakan if elseif else lebih cepat 0.78 % di banding menggunakan switch
* Menggunakan @Error supression lebih lambat 235% di banding tidak menggunakannya
* Menggunakan $_SERVER['REQUEST_TIME'] lebih cepat 59% di banding menggunakan time()
* Menggunakan min(array) lebih cepat 16% di banding menggunakan min(int, int)
* Menggunakan require_once() lebih cepat 24% di banding menggunakan include()
* Menggunakan require_once() sama cepat dengan menggunakan perintah include_once()
* Menggunakan include(relative path) lebih cepat 37% di banding menggunakan include(full path)
* Regular Expressions
* Menggunakan str_replace() lebih cepat 40% di banding menggunakan preg_replace()
* Menggunakan ereg(‘regex’) lebih cepat 17% di banding menggunakan preg_match(‘/regex/’)
* Menggunakan preg_match(‘/regex/i’) lebih cepat 68% di banding menggunakan eregi(‘regex’)
sumber http://id.nimhost.com/php-tips-optimize-how-to/nimhost-php-tips-optimize-how-to.html




IDwebhost, merupakan perusahaan yang berfokus pada jasa pelayanan hosting di Indonesia. Titik berat perhatian kami berada pada sisi layanan kepada pelanggan, dengan harga yang murah, seperti moto kami ‘Best Service at Affordable Cost’. Kami tidak main-main dalam mengutamakan pelayanan, kami menyediakan 12 orang khusus untuk melayani customer kami. Jika di perusahaan lain support hanya membantu dalam hal administrasi dan sedikit tentang teknikal, maka kami membantu hingga scripting pemrograman, hingga ke hal-hal detail dengan mencarikan solusi atas permasalahan Anda secara tuntas. Dengan komitmen dan konsentrasi pada pelayanan webhosting Indonesia, kini kami berhasil menjadi salah satu perusahaan webhosting terpercaya dengan tingkat pertumbuhan tertinggi di Indonesia.
Di IDwebhost di sediakan hosting yang sangat murah. IDwebhost menyediakan 4 paket hosting yaitu:
Hosting personal dengan kapasitas space: 10MB, bandwith: 1GB
Hosting IDbasic denngan kapasitas space :50MB , Bandwith: 2 GB
Hosting IDmedium denngan kapasitas space :200MB , Bandwith: 10 GB
Hosting IDmedium denngan kapasitas space :1GB, Bandwith: 50 GB
Kini setiap pembelian domain/hosting di IDwebhost, Anda berkesempatan mendapatkan Sepeda Motor HONDA BeAT, Blackberry, iPod, dan hadiah menarik lainnya. Buruan daftarkan domain dan hosting Anda hanya di IDwebhost.
Sepeda Motor HONDA BeAT, Blackberry, iPod, dan hadiah menarik lainnya .




sometimes we need to read a file for the program. now I can discuss about that. php have default function to read the file on directory.
Example 1. dir() example
Please note the fashion in which dir()‘s return value is checked in the example below. We are explicitly testing whether the return value is identical to (equal to and of the same type as–see Comparison Operators for more information) FALSE since otherwise, any directory entry whose name evaluates to FALSE will stop the loop.
<?php |
The above example will output something similar to:
Handle: Resource id #2 Path: /etc/php5 . .. apache cgi cli |
hope that helps….




Routes Configuration
“Routing” is a pared-down pure-PHP mod_rewrite-alike that can map URLs to controller/action/params and back. It was added to Cake to make pretty URLs more configurable and to divorce us from the mod_rewrite requirement. Using mod_rewrite, however, will make your address bar look much more tidy.
Routes are individual rules that map matching URLs to specific controllers and actions. Routes are configured in the app/config/routes.php file. They are set-up like this:
Example 4.2. Route Pattern
<?php
$Route->connect (
'URL',
array('controller'=>'controllername',
'action'=>'actionname', 'firstparam')
);
?>
Where:
Any parameters following firstparam will also be passed as parameters to the controller action.
The following example joins all the urls in /blog to the BlogController. The default action will be BlogController::index().
Example 4.3. Route Example
<?php
$Route->connect ('/blog/:action/*', array('controller'=>'Blog', 'action'=>'index'));
?>
A URL like /blog/history/05/june can then be handled like this:
Example 4.4. Route Handling in a Controller
<?php
class BlogController extends AppController
{
function history ($year, $month=null)
{
// .. Display appropriate content
}
}
?>
The ‘history’ from the URL was matched by :action from the Blog’s route. URL elements matched by * are passed to the active controller’s handling method as parameters, hence the $year and $month. Called with URL /blog/history/05, history() would only be passed one parameter, 05.
The following example is a default CakePHP route used to set up a route for PagesController::display(‘home’). Home is a view which can be overridden by creating the file /app/views/pages/home.thtml.
Example 4.5. Setting the Default Route
<?php
$Route->connect ('/', array('controller'=>'Pages', 'action'=>'display', 'home'));
?>
resource: manual cakephp download




Your app/config/database.php file is where your database configuration all takes place. A fresh install doesn’t have a database.php, so you’ll need to make a copy of database.php.default. Once you’ve made a copy and renamed it you’ll see the following:
Example 4.1. app/config/database.php
var $default = array('driver' => 'mysql',
'connect' => 'mysql_connect',
'host' => 'localhost',
'login' => 'user',
'password' => 'password',
'database' => 'project_name',
'prefix' => '');
Replace the information provided by default with the database connection information for your application.
One note about the prefix key: the string you enter there will be prepended to any SQL call that Cake makes to your database when working with tables. You define it here once so you don’t have to specify it in other places. It also allows you to follow Cake’s table naming conventions if you’re on a host that only gives you a single database. Note: for HABTM join tables, you only add the prefix once: prefix_apples_bananas, not prefix_apples_prefix_bananas.
CakePHP supports the following database drivers:
The ‘connect’ key in the $default connection allows you to specify whether or not the database connection will be treated as persistent or not. Read the comments in the database.php.default file for help on specifying connection types for your database setup.
Your database tables should also follow the following conventions:
You’ll also notice that there is a $test connection setting included in the database.php file. Fill out this configuration (or add other similarly formatted configurations) and use it in your application by placing something like:
var $useDbConfig = 'test';
Inside one of your models. You can add any number of additional connection settings in this manner.


More Options ...
Categories
Tag Cloud
Blog RSS
Comments RSS


Void « Default
Life
Earth
Wind
Water
Fire
Light 